Pada 19 Mei 2025, Polda Jawa Tengah menangkap empat anggota organisasi masyarakat (ormas) GRIB Jaya yang diduga terlibat dalam perusakan dan pencurian aset milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop IV Semarang. Keempat pelaku membawa surat mandat yang diklaim ditandatangani oleh Ketua DPC GRIB Jaya Kota Semarang. Namun, isi surat tersebut belum dipublikasikan karena masih dalam proses penyidikan.
Barang Bukti yang Diamankan
Polisi menyita beberapa barang bukti dari para pelaku, antara lain:
- Surat mandat yang disebutkan di atas
- Handphone yang digunakan untuk komunikasi
- Satu unit mobil pikap yang digunakan untuk mengangkut barang hasil kejahatan
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya yang terlibat dalam insiden ini.
Tindakan PT KAI dan Pihak Kepolisian
PT KAI Daop IV Semarang telah melaporkan kejadian ini ke Polda Jawa Tengah dan berharap agar pelaku mendapatkan sanksi hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan perusakan dan pencurian aset negara merupakan pelanggaran serius yang tidak akan ditoleransi. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan praktik-praktik premanisme yang meresahkan.
Dampak Insiden terhadap Proyek Pembangunan
Perusakan aset KAI oleh oknum ormas ini tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga menghambat proyek pembangunan yang sedang berlangsung. Aset yang dirusak meliputi bangunan rumah di Jalan Yogya, Kota Semarang, yang sebelumnya telah dikosongkan oleh PT KAI pada akhir 2024. Pengrusakan ini menimbulkan kerugian finansial dan memperlambat proses pembangunan infrastruktur yang penting bagi masyarakat.
Kesimpulan: Perlunya Penegakan Hukum yang Tegas
Insiden ini menunjukkan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap praktik premanisme yang merugikan masyarakat dan negara. PT KAI dan pihak kepolisian telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani kasus ini. Namun, peran aktif masyarakat juga sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pembangunan.











