Berikut Ini Fakta Terkait Penyebaran Virus Corona yang Perlu Anda Ketahui

Dampak kemunculan virus corona atau coronavirus sangat terasa sekali sejak akhir tahun 2019 lalu hingga sekarang. Banyak masyarakat di berbagai belahan dunia yang sudah terserang penyakit infeksi coronavirus yang kita kenal dengan nama COVID-19 ini. Tak sedikit korban yang berhasil disembuhkan, namun tidak bisa menutupi fakta juga bahwa memang jumlah korban karena infeksi virus ini juga cukup banyak. Bisa menyerang semua orang dari berbagai kalangan usia dan jenis kelamin, membuat banyak orang perlu waspada dengan adanya wabah corona.

Banyak tim medis yang sudah dikerahkan untuk bisa membantu menangani kondisi pasien pada masing-masing negara. Namun dengan kendala beragam yang dihadapi oleh masing-masing negara, penanganan akibat infeksi virus ini ada beberapa yang belum maksimal. Terlebih dengan belum ditemukannya vaksin untuk menyembuhkan pasien penderita infeksi corona atau COVID-19. Upaya pencegahanpun dilakukan agar penyebaran virus ini tidak semakin meluas. Terlebih jika mengetahui fakta penularannya yang terbilang mudah dan cepat. Dimana bisa menular hanya dengan melalui percikan air yang keluar dari hidung dan mulut yang terinfeksi corona dan mengenai pada individu lain yang sehat.

Dalam melakukan pencegahan virus corona, banyak hal yang harus diperhatikan. Karena virus yang bisa menular dari manusia ke manusia ini bisa menyebabkan kondisi fatal jika tidak tertangani dengan baik. Salah satunya dengan mengetahui beberapa fakta mengenai coronavirus berikut ini, yaitu:

  • Coronavirus sulit bertahan di luar tubuh manusia.

Coronavirus memiliki bentuk fisik bulat dan berukuran super kecil antara 100-120 nanometer. Sehingga salah satu cara mencegah penularan virus ini adalah dengan menggunakan masker. Dengan catatan masker yang digunakan memiliki pori-pori lebih kecil di bawah 200 nanometer. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, cara penularan virus ini bisa terjadi secara langsung ketika penderita COVID-19 batuk atau bersin. Coronavirus tidak stabil saat berada di udara dan hanya bisa bertahan dalam waktu 3 jam. Sehingga penularan virus melalui udara sangat kecil sekali kemungkinan.

  • Virus yang mampu menyerang sistem pernapasan manusia.

Berbeda dengan virus lainnya, coronavirus mampu memberikan dampak yang fatal bagi mereka yang terinfeksi. Tingkat bahaya terjadi ketika virus sudah masuk ke dalam paru-paru. Akibatnya fungsi paru-paru menjadi terganggu dan terjadi peradangan karena adanya virus serta mikroorganisme lain (pneumonia). Kondisi ini tak jarang menyebabkan gagal napas akut lantaran pertukaran oksigen sulit dilakukan.

  • Bisa muncul tanpa adanya gejala.

Corona yang menginfeksi tubuh seseorang akan mengalami masa inkubasi terlebih dahulu selama 2-14 hari baru menimbulkan gejala tertentu. Pada masa inkubasi ini, seseorang yang terinfeksi sudah bisa menularkan pada individu lain. Hal inilah yang membahayakan lantaran ketika tidak merasa memiliki gejala sakit tertentu, pastinya akan mengira jika dirinya dalam kondisi sehat. Dikhawatirkan penderita tanpa sengaja batuk atau bersin dan memaparkan virus secara tidak sadar pada orang lain. Untuk gejala awal yang diderita oleh mereka yang terinfeksi virus corona umumnya berupa flu, batuk, demam, dan sesak napas. Namun ada juga penderita corona yang sakit tanpa mengalami gejala umum seperti penderita lainnya. Sehingga di masa pandemi corona ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter jika terasa ada gejala tertentu yang mengganggu dan khawatir jika merupakan gejala corona. Anda juga bisa berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu jika diperlukan sebelum memeriksakan diri ke rumah sakit.

Related Posts

Studi Ungkap Manfaat Suplemen Vitamin D untuk Mencegah Kerusakan pada Multiple Sclerosis

Portalindonesia.co.id – Multiple Sclerosis (MS) adalah penyakit autoimun kronis yang menyerang sistem saraf pusat, merusak lapisan pelindung saraf (mielin), dan mengganggu komunikasi antar saraf. Gejalanya bisa sangat bervariasi, mulai dari…

Bahaya Cacar Api Akibat Virus Cacar Air yang Kembali Aktif

Portalindonesia.co.id – Cacar api, atau yang dikenal juga dengan istilah herpes zoster, adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster, yang sebelumnya menyebabkan cacar air. Meskipun cacar air biasanya…

You Missed

Pelunasan Ibadah Haji 2025 Tahap II Dibuka Kembali Hingga 17 April – Segera Daftar!

Pelunasan Ibadah Haji 2025 Tahap II Dibuka Kembali Hingga 17 April – Segera Daftar!

Microsoft Ganti Tampilan Error di PC, Tidak Lagi “Blue Screen”

Microsoft Ganti Tampilan Error di PC, Tidak Lagi “Blue Screen”

Studi Ungkap Manfaat Suplemen Vitamin D untuk Mencegah Kerusakan pada Multiple Sclerosis

Studi Ungkap Manfaat Suplemen Vitamin D untuk Mencegah Kerusakan pada Multiple Sclerosis

Vadel Badjideh Resmi Putuskan Kerjasama dengan Kuasa Hukum Razman Arif Nasution

Vadel Badjideh Resmi Putuskan Kerjasama dengan Kuasa Hukum Razman Arif Nasution

Waduk Gajah Mungkur Wonogiri: Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Libur Lebaran 2025

Waduk Gajah Mungkur Wonogiri: Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Libur Lebaran 2025

70 Link Download Twibbon Idul Fitri 1446 H: Pilihan Keren untuk Merayakan di Medsos

70 Link Download Twibbon Idul Fitri 1446 H: Pilihan Keren untuk Merayakan di Medsos