Dunia mode dan televisi kembali menjadi sorotan setelah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melayangkan teguran kepada desainer kondang Ivan Gunawan terkait penampilannya di layar kaca. Tak tinggal diam, Ivan secara terbuka menyatakan bahwa teguran tersebut merupakan kemunduran dalam dunia fashion Indonesia. Pernyataan itu memicu diskusi luas di kalangan publik dan praktisi mode.
Kronologi Teguran KPI terhadap Ivan Gunawan
KPI menyampaikan teguran kepada Ivan Gunawan atas penampilannya yang dianggap “tidak sesuai dengan norma siaran televisi nasional”. Teguran tersebut muncul setelah Ivan tampil dengan busana yang dinilai terlalu nyentrik dan ekspresif dalam sebuah acara hiburan populer.
Namun, menurut Ivan, gaya berpakaiannya adalah bagian dari ekspresi seni dan identitas diri. Ia menilai bahwa mode seharusnya tidak dibatasi oleh standar kaku, terutama jika tujuannya adalah untuk menciptakan pertunjukan visual yang menarik dan kreatif.
Ivan Gunawan: Fashion adalah Bentuk Ekspresi Diri
Dalam tanggapannya, Ivan menegaskan bahwa fashion bukan sekadar soal pakaian, tetapi juga cara untuk menyampaikan pesan, identitas, dan kreativitas seseorang. Ia menyayangkan bahwa teguran seperti itu justru menghambat kemajuan industri mode di Indonesia.
“Kalau kita ingin industri fashion kita dikenal dunia, kita harus berani tampil beda. Teguran ini, menurut saya, malah jadi kemunduran,” ujar Ivan Gunawan dalam salah satu wawancara.
Penilaian Ivan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah tokoh mode dan pegiat seni yang menilai bahwa standar penyiaran seharusnya berkembang seiring waktu dan budaya masyarakat.
Respons Publik dan Pro-Kontra di Media Sosial
Tak dapat dipungkiri, isu ini langsung viral di media sosial. Banyak netizen yang membela Ivan, menyebut bahwa KPI terlalu kaku dalam menilai tayangan hiburan. Mereka berpendapat bahwa kehadiran Ivan justru membuat acara menjadi lebih hidup dan berwarna.
Namun di sisi lain, sebagian masyarakat juga menganggap penting adanya pengawasan terhadap konten televisi, terutama yang disiarkan pada jam tayang keluarga.
Meski terjadi perbedaan pendapat, diskusi ini membuka ruang dialog mengenai batasan kreativitas di ruang publik serta bagaimana penyiaran bisa tetap relevan tanpa mengekang seni.
Kemajuan Fashion Butuh Ruang yang Lebih Bebas
Dunia mode terus berkembang, baik secara desain maupun pemaknaan. Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya dan keberagaman ekspresi, seharusnya mendukung ruang kreatif bagi desainer dan seniman lokal.
Ivan Gunawan, yang dikenal dengan keberaniannya mengekspresikan gaya personal, menjadi simbol penting dari perjuangan kebebasan berekspresi dalam dunia fashion. Jika desainer dibatasi secara visual, maka perkembangan industri ini bisa stagnan.
Kesimpulan: Saat Fashion Berhadapan dengan Regulasi
Kontroversi ini bukan hanya soal penampilan seseorang di televisi. Lebih jauh, ini adalah pertarungan antara kebebasan berekspresi dan batasan norma siaran. Ivan Gunawan menilai teguran KPI sebagai bentuk kemunduran, bukan karena tidak mau dikritik, tetapi karena ia percaya bahwa kreativitas sejati tidak seharusnya dikekang.









